Tipe dan Model kandang


Tipe dan model kandang untuk ternak kambing yang umum dapat dibedakan menjadi 2 tipe, yakni :

a.      Tipe kandang panggung

Kandang tipe panggung merupakan kandang yang kontruksi lantainya dibuat system panggung, maka kandang tipe ini memiliki kolong yang bermanfaat sebagai penampung kotoran. Kolong dibuat berlubang atau digali dari permukaan tanah. Dengan demikian kotoran dan air kencing kambing tidak berceceran.

Alas kandang kambing sebaiknya terbuat dari kayu atau bambu yang sudah diawetkansupaya tahan terhadap kelapukan. Celah lantai panngung dibuat sekitar 1.5-2 cm, agar kotoran dapat jatuh ke bawah tetapi kaki kambing tidak sampai terperosok.

Jika kandang panggung yang terawat baik, ternak kambing akan terlihat bersih.

b.      Tipe kandang lemprak

Kandang kambing tipe lemprak merupakan kandang uang umumnya digunakan untuk usaha ternak kambing kereman. Kandang lemprak tidak dilengkapi alas kayu, tetapi beralaskan kotoran dan sisa-sisa hijauan pakan. Kandang juga tidak dilengkapi dengan palung, tetapi berupa keranjang rumput yang diletakkan di atas alas.

Pemberian makanan sengaja berlebihan, agar didapat hasil kotoran yang banyak. Kotoran akan dibongkar setelah berusia sekitar 1-6 bulan.

Dipublikasi di Kambing, Ternak | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Perjalanan Hidup Seekor Ayam



Dipublikasi di Ayam, Ternak | Tag , , , | Meninggalkan komentar

SURAT CINTA dari ALLAH SWT




Saat kau bangun pagi hari, AKU memandangmu dan
berharap engkau akan berbicara kepada KU, walaupun
hanya sepatah kata meminta pendapatKU atau bersyukur
kepada KU atas sesuatu hal yang indah yang terjadi
dalam hidupmu hari ini atau kemarin …… 

Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan
diri untuk pergi bekerja …….

AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU
tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan
menyapaKU, tetapi engkau terlalu sibuk ………

Disatu tempat, engkau duduk disebuah kursi selama lima
belas menit tanpa melakukan apapun. Kemudian AKU
Melihat engkau menggerakkan kakimu. AKU berfikir
engkau akan berbicara kepadaKU tetapi engkau berlari
ke telephone dan menghubungi seorang teman untuk
mendengarkan kabar terbaru.

AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKU
menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua
kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu sibuk
mengucapkan sesuatu kepadaKU.

Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang
sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara
kepadaKU, itulah sebabnya mengapa engkau tidak
menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat
meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara
dan menyebut namaKU dengan lembut sebelum menyantap
rizki yang AKU berikan, tetapi engkau tidak
melakukannya …….

masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap engkau
akan berbicara kepadaKU, meskipun saat engkau pulang
kerumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus
kau kerjakan.

Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV, engkau
menghabiskan banyak waktu setiap hari didepannya,
tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yg
ditampilkan. Kembali AKU menanti dengan sabar saat
engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi
kembali kau tidak berbicara kepadaKU ………

Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah. Setelah
mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau
melompat ketempat tidur dan tertidur tanpa sepatahpun
namaKU, kau sebut. Engkau menyadari bahwa AKU selalu
hadir untukmu.

AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.
AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar
terhadap orang lain. AKU sangat menyayangimu, setiap
hari AKU menantikan sepatah kata, do’a, pikiran atau
syukur dari hatimu.

Keesokan harinya …… engkau bangun kembali dan
kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini
kau akan memberiku sedikit waktu untuk menyapaKU
…….. Tapi yang KU tunggu …….. tak kunjung tiba
……… tak juga kau menyapaKU.

Subuh …….. Dzuhur …….. Ashyar ………. Magrib
……… Isya dan Subuh kembali, kau masih
mengacuhkan AKU ….. tak ada sepatah kata, tak ada
seucap do’a, dan tak ada rasa, tak ada harapan dan
keinginan untuk bersujud kepadaKU ……….

Apa salahKU padamu ……. wahai UmmatKU????? Rizki
yang KU limpahkan, kesehatan yang KU berikan, harta
yang KU relakan, makanan yang KU hidangkan, anak-anak
yang KUrahmatkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingat
kepadaKU ………… !!!!!!! Percayalah AKU selalu
mengasihimu, dan AKU tetap berharap suatu saat engkau
akan menyapa KU, memohon perlindungan KU, bersujud
menghadap KU …… Yang selalu menyertaimu setiap
saat ………

Allah SWT ……

Dipublikasi di Kisah Islami, REALIGI | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Kebohongan Seorang Ibu


Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan
terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping gw dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku berkata :”Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata :”Cepatlah tidur nak, aku tidak capek” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :”Minumlah nak, aku tidak haus!” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan
nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya punya duit” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “Aku tidak terbiasa” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di
seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku,Aku tidak kesakitan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : ” Terima kasih ibu ! ”

Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.

Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita.

Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi..

Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari.

sumber. kumpulan email2 lama

 

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Berapa Lama Kita Dikubur?


Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.

Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.

Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan & kemudian duduk Di atas seonggok nisan “Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915:20- 01-1965”

“Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo’a untuk nenekmu” Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia  mendengarkan ayahnya berdo’a untuk Neneknya…

“Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah.” Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.

“Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah…” Kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. “Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun … ”

Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana . Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut “Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910”

“Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah”, jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. “Memangnya kenapa ndhuk ?” kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. “Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka” kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. “Iya kan yah?”

Ayahnya tersenyum, “Lalu?”
“Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur …. Ya nggak yah?” mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.

Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas ….. “Iya nak, kamu pintar,” kata ayahnya pendek.

Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya… 42 tahun hingga sekarang… kalau kiamat datang 100 tahun lagi…142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur …. Lalu Ia menunduk … Meneteskan air mata…

Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya …lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?
Innalillaahi WA inna ilaihi rooji’un …. Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi?
Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli massa  ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan?

Ya Allah… Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya  naik turun tak teratur…. air matanya semakin membanjiri jenggotnya

Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak … Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani.

Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya selimutnya. Yani terus tertidur…. tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan… Dan apa yang akan datang di depannya…

“Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku…”

Dipublikasi di Kisah Islami, REALIGI | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Bacalah Ayat Kursi di Saat Kita Merasa dalam Bahaya…


Banyak pembelajaran dari hal seperti ini, Insya Allah kita tidak akan pernah meremehkan doa….Karena kekuatan doa yang khusyuk adalah segalanya…

Ini kisah nyata dari US. Kejadiannya sekitar tahun 2006…
Pengalaman nyata seorang wanita muslim asal Asia.
Wanita ini mengenakan jilbab…Beruntunglah lingkungan kerja dan tempat tinggalnya menerimanya dengan baik…..

Suatu hari wanita ini berjalan pulang dari bekerja dan agak kemalaman…suasana jalan setapak agak sepi…dia melewati short cut yang agak gelap dan sendirian…
Di ujung jalan pintas itu dia melihat ada sesosok pria Kaukasian, pasti orang Amerika pikirnya…tapi perasaan wanita itu agak was-was karena sekilas raut pria itu agak mencurigakan seolah ingin mengganggunya…
Dia berusaha tetap tenang dan membaca kalimah Allah…kemudian dia lanjutkan dengan terus membaca ayat Kursi berulang-ulang seraya sungguh-sungguh memohon perlindungan Allah SWT…

Meski tidak mempercepat langkahnya, ketika ia melintas di depan pria berkulit putih itu, ia tetap berdoa..sekilas ia melirik ke arah pria itu…pria itu asyik dengan rokoknya..dan seolah tidak memperdulikannya…

( Alhamdulillaah..serunya dalam hati…)

Keesokan harinya..ia lihat di berita kriminal, seorang wanita  melintasi jalan yang sama dengan jalan yang ia lintasi semalam…dan wanita itu melaporkan pelecehan seksual yang dialaminya di lorong gelap itu…karena begitu ketakutan, ia tidak melihat jelas pelaku yang katanya sudah berada di lorong itu ketika perempuan korban ini melintas jalan short cut itu…

Hati muslimah ini tergerak, karena wanita tadi melintas jalan short cut itu hanya beberapa menit sesudah ia melintas di sana..dalam berita tersebut, dikabarkan wanita itu tidak bisa mengidentifikasi pelaku dari kotak kaca, dari beberapa orang yang dicurigai oleh Polisi…

Muslimah inipun memberanikan diri datang ke kantor Polisi, dan memberitahukan bahwa rasanya ia bisa mengenali sosok pelaku pelecehan kepada wanita tersebut..karena ia menggunakan jalan yang sama sesaat sebelum wanita tadi melintas..
Melalui kamera rahasia, akhirnya muslimah ini bisa menunjuk salah seorang yang diduga sebagai pelaku…ia yakin bahwa pelakunya adalah pria yang ada di lorong itu dan mengacuhkannya sambil terus merokok….

Melalui interogasi Polisi, akhirnya orang yang diyakini oleh Muslimah tadi mengakui perbuatannya….
Tergerak oleh rasa ingin tahu..muslimah ini menemui pelaku tadi dan didampingi oleh Polisi….

Muslimah  : Did you recognize me? I also passed that street a few minute just before she passed…. Why you attacked her? Why you paid no attention when I passed the street..? Why you did not do anything when I was alone there..?

Bad Guy   : Of course, I remembered you… You were there last night… What? You are alone? No, Mam…Do you think I am brave enough to bother you? No, way Mam.. You and your two big men behind you? Am I crazy? What is the benefit for me? Your body guard might kill me…I saw two man walking with you and there’s no way to touch you…one on your left side and the one on your right side… If you’re alone, you might be my victim…

Muslimah itu tidak bisa melanjutkan kata-katanya.. Kalbunya penuh syukur dan terus mengucap alhamdulillaah…Dengkulnya bergetar mendengar penjelasan pelaku kejahatan itu… Ia langsung menyudahi interview itu dan minta diantar keluar dari ruang itu oleh Polisi….

Dalam hatinya, ia tiada henti bersyukur….Ya Allah, terima kasih…mungkin itulah perlindungan dan hikmah karena ia tidak berhenti membaca ayat Kursi selama ia ketakutan dalam perjalanan pulang tersebut…
Maha Kuasa Allah dengan segala kekuatan ghaib-Nya…

MORAL CERITA INI:

Jika kita sebagai hambaNya menuruti segala perintah dan meninggalkan segala laranganNya, Dia pastinya akan sentiasa dekat dengan kita dan memelihara kita. Muslimah tadi pertama-tamanya menutup aurat dan memang Muslimah yang menjaga batas-batas yang ditetapkan Islam..

Mungkin dua orang lelaki yang menemani wanita itu adalah malaikat yang diutus Allah untuk menjaga hambaNya yang sentiasa ingat akan diriNya. Ayat Kursi adalah ayat pelindung yang mustajab…amalkanlah selalu…Kita tidak akan pernah sendiri karena Allah selalu bersama hamba yang mengingat-Nya….

Bayangkan, jika kita termasuk seseorang yang selalu ingkar kepada suruhan Allah, kufur dengan nikmatnya, sambil lewat beribadat. Dapatkah anda mendapat pertolongan dari Allah? Balasan Allah bisa saja tidak datang di dunia, akan tetapi di hari penghisaban, tiada manusia bisa mengelak dari semua ketentuan-Nya….renungkanlah betapa sering kita melupakan Allah, renungkanlah betapa sering kita kufur nikmat dan tidak bersyukur atas hal-hal kecil yang kita terus terima sepanjang hari…..
renungkanlah, betapa mudahnya udara dihirup, betapa mudahnya tumbuhan dihidupkan Allah di muka bumi…
Andai hati anda terketuk, bertaubatlah jika kita sering melupakan Allah,
Segeralah bertaubat, karena Allah tidak akan menutup pintu taubat untuk umat-Nya yang memohon ampunan….Taubat itu indah dan taubat itu luas dan pintunya selalu terbuka selama kita mau mengakui kesalahan kita…
Wassalam.

Barang siapa membaca ayat Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya, Allah mewakilkan 2 orang Malaikat untuk memeliharanya hingga subuh. Barang siapa yang membaca ayat al-Kursi ketika dalam kesempitan niscaya Allah berkenan memberi pertolongan kepadanya [Dari Abdullah bin ‘Amr r.a.]

“Ya Allah, selamatkanlah umat Islam yang sedang sengsara di Lubnan, Palestin, Afghanistan, Iraq, Chechnya serta di seluruh pelosok dunia akibat dari angkara mungkar dan kekejaman musuh-musuhMu. Peliharakanlah mereka, lindungilah mereka, kasihanilah mereka dan berikanlah rahmatMu ke atas mereka. Amin, ya Rabbal ‘Alamin.”

Dipublikasi di Kisah Islami, REALIGI | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

Kandang Kambing


Memelihara ternak kambing memang relatif mudah, apabila yang dipelihara dalam jumlah relatif sedikit, misal 2-3 ekor. Hal ini mungkin tidak begitu merepotkan, karena kambing dapat dilepas untuk merumput sendiri dan dikandangkan di samping rumah. Namun jika kita bermaksud untuk beternak kambing menjadi usaha pokok, tentu saja memerlukan suatu pengelolaan yang baik, termasuk pembuatan kandang kambing yang memiliki persyaratan teknis.

Kandang yang baik tidak perlu harus dari bahan bangunan yang mahal, tetapi dapat dibuat dengan bahan bangunan yang sederhana dan murah, misalnya dari bambu dan bahan atap dari rumbia,daun tebu atau anyaman ilalang.

Pada usaha ternak kambing tradisional, ternak hanya djadikan sambilan, sehingga sering ditemukan system perkandangan yang tidak memenuhi fungsi sebenarnya, bahkan sering sangat merugikan, baik terhadap ternak, pengelola, penduduk, dan lingkungan sekitar.

Perlengkapan kandang

Perlengkapan kandang yang harus tersedia agar dalam pengelolaaan yang berkaitan dengan tatalaksana dapat dicapai secara efisien. Peralatan kandang yang paling pokok adalah :

1. Tempat makan/palung makan

Merupakan tempat makanan dalam kandang agar bahan pakan hijauan yang diberikan kepada ternak kambing tidak tercecer. Pada palung juga perlu disediakan ember untuk pemberian minum.

2. Gudang makanan

Merupakan perlengkapan utuk penyimpanan makanan sementara yang belum siap disajikan bagi ternak. Hijauan yang disimpan dalam gudang sebaiknya dilepaskan dari ikatan, agar tidak mengalami fermentasi yang menimbulkan panas dan akan mengurangi kualiatas hijauan pakan ternak.

Hijauan pakan yang dilayukan, nilainya akan lebih baik untuk ternak kambing daripada yang baru dan masih lembab. Makanan penguat hendaknya disimpan pada tempat yang terhindar dari proses pembusukan dan serangan hama.

3. Tempat umbaran

Merupakan kelengkapan dari sistem perkandangan kambing yang baik. Kambing dimasukkan tempat umbaran pada saat kandang dibersihkan. Tempat umbaran merupakan tempat untuk olahraga.

Untuk ternak kambing yang tidak digembalakan,perlu bermain-main di tempat umbaran secara teratur agar kesehatan terjaga. Induk kambing yang kesulitan melahirkan sering disebabkan pada waktu bunting kurang olahraga.

4. Tempat kotoran/ kompos

Merupakan salah satu perlengkapan yang sudah sewajibnya tersedia. Pada kandang tipe leprak yang digunakan sebagai kandang kambing kereman atau yang digemukkan, sisa makanan dan kotoran bertumpuk jadi satu dan sangat mengganggu kesehatan ternak kambing.

Pada kandang tipe panggung, kotoran tertumpuk pada kolong kandang. Agar kotoran dapat jatuh ke bawah, maka lantai dibuat jangan terlalu rapat jaraknya, cukup sela 1.5- 2 cm.

Dipublikasi di Kambing | Tag , , , , | 2 Komentar